Home » Puisi CInta » Puisi Patah Hati

Puisi Patah Hati

Puisi Patah Hati – Siapa yang mau patah hati, semua orang pastinya tidak ingin mengalaminya. Patah hati adalah resiko bila kita berani bercinta. Namun kadang orang tidak mengerti itu, pertemuan pun ada perpisahan, bila kita mau bercinta kita harus mau patah hati. Sesuatu itu tidak sempurna, patah hati bisa karena kematian orang yang kita cintai, karena diputus kekasih, karena di khianati dan banyak lagi.

Untuk melampiaskan rasa gundah gulana tersebut bisa di ungkapkan dalam puisi patah hat Dengan kita ceritakan isi hati kita ke orang lain, itu sedikit akan mengurangi rasa galau kita. Berikut ini adalah contoh puisi patah hati yang bisa anda buat motivasi untuk membuat puisi patah hati sendiri.

Puisi Patah Hati “Langit Pun Menangis”

Awanpun mulai menangis ketika kuteriakan sakit
Mungkin langit tahu apa yang aku rasakan
Membasahi bumi dengan air hujan
Dewa pun terdiam dan tidak mampu menjawab

Raga tak terluka namun serasa jarum masuk kedalam jiwa
menusuk semakin dalam
Aku juga tak mengerti kenapa ini terjadi
Semakin dipikir semakin sakit dan sakit

Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali

Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..
tapi kenapa kamu tega benamkan hati ini dalam luka
kamu tinggal pergi entah kemana.

Puisi Patah Hati “Mengapa

Mengapa..?
Kini aku tak mengerti
Hatiku kini retak, remuk, dan hancur
Dulu hatiku yang selalu senang saat bersamanya
Kini hilang harapan itu
Dia pergi
Pergi menghadap sang khaliq

Seharusnya aku harus ikhlaskannya
Tapi tak bisa

Air mataku terus mengalir, dan membasahi pipiku
Sekarang, pikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku saat ini, karna dia
Aku hanya bisa menangis dan menangisinya
Menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
Mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya?
Sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa

Dia pergi, dia perdi, tinggalkanku, hanya itu ucapku
Dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
Ternyata dia sudah memiliki orang yang dicintainya
Haruskah kurusak itu?
Tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
Dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
Tiba-tiba kau pergi untuk selamanya
Tak terlintas dipikirku
Bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku
***

Puisi Patah Hati “Kamu Pergi Tanpa Alasan”

Keindahan cinta akan ternoda bila kebohongan telah hadir
Begitu indahnya bibirmu saat mengungkkan kehohongan itu..
Tak ada rasa sakit bila itu kamu yang melakukannya
Dengan mudah kamu berkata ” maaf kita tidak bisa jauh lagi berjalan ”

Tanpa menyadarinya aku masih bingung
Mengartikan kata kata itu melucur dari bibimu
Dengan senyum polosmu, seperti tak berdosa
Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri

Bagaikan disambar halilintar disiang bolong.
Begitu teganya kamu lakukan ini padaku..
Disaat aku sudah mulai mencintaimu dengan sepenuh hati..
Tak sanggup aku melihatmu..
Yang dulu begitu indah, sekarang bagaikan melihat hantu..
Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…
Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..

Tak tahu apa yang merubah hatimu kepadaku..
Tanpa penjelasan yang rinci kamu pergi
Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..
Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..

Sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..
Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..
Mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..
Kadang aku berfikir untuk apa hidup ini tanpamu..
Namun aku harus sadari memang jalan kita cuma sampai disini
Hatiku perih.. dan perih entah sampai kapan bisa kembali

Puisi Patah Hati “Biar Langit yang Memutuskan”

Hangatnya perapian malam
Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu
Kesejukan sungai kebahagiaan
Bagai menatap senyummu
Damainya jiwaku

Di mana belas kasih itu?
Bersamamu seperti mimpi semu
Hanya bisa merasakan abadinya duka
Dalam hati tersimpan banyak doa

Kau bilang kita pasti bisa
Bisa saling mencintai
Bersama sampai tua
Bersatu hingga mati
Kau bilang perbanyak doa dan harapan
Impian kita pasti kan terwujud
Namun apa yang terjadi kini?
Biarlah langit yang memutuskan

Satu keinginan
Cinta kita jangan sampai berubah
Hati kita tetap menyatu
Menciptakan bahagia bersama
Tak semudah yang kita duga

Bagaimana harus ku hentikan air mata?
Impian kita hanya sebatas dalam mimpi
Biarlah langit yang memutuskan
Tentang akhir cerita cinta kita
*** by: Nada Egan

Puisi Patah Hati “Tenggelam”

Aku sedih dengan ukiran yang indah memuja akan dunia
Luka yang memahat
Luka yang begitu menusuk
Luka yang menghunjam jantungku
Tpai tidak ada yang tahu bahwa aku kecewa dalam cerita

Sampai untuk berpikir tentang cinta
Dengan hati bukan mata rasakan cinta
Untuk kehilangan akal sehat
Dan untuk membuat aku tenggelam

Tenggelam dalam kesedihan
Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran
Dengan semua janji-janji busukmu
Dengan semua janji-janji palsumu
Membuat sayap ini patah dan mati

Aku menangis meratapi takdir
Merasakan seakan dunia ini tak berarti lagi
Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku
Cinta ini sungguh aku tidak mengerti

Ungkapkan rasa sakitmu dalam puisi patah hati, karena bisa dikenang dan dipelajari bila nanti cinta sudah tumbuh kembali. Patah hati adalah liku liku hidup dalam bercinta sampai kita menemukan arti cinta kita yang sebenarnya. Puisi Patah Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>